Saat itu aku tengah berada di bus way. Bus way itu pnuh dgn para penumpang,mata ku terpanah oleh sesosok wanita berkerudung. Sungguh anggun,dan manisnya wanita itu. Aku melihatnya tengah berdiri,namun ku persilahkan ia duduk di tempat duduk ku. Dia tersenyum namun ia tidak duduk di tempat itu,melainkan ia malah menyuruh seorang ibu yg tengah menggendong anaknya. Aku kini berada tepat disampingnyaa.
Kucoba ajak ia bercakap2.
"hay saya furqhan"
"nabila"ujarnya sambil tersenyum kecil.
"mau kemana tujuan mu?"
Dia membalas pertanyaan ku.
"saya akan ke studio radio islam indonesia" ujarnya.
"kau seorang penyiar radio islam indonesia?"
Wanita itu mengangguk. Sungguh aku begitu menyukai penyiar radio islam indonesia,karena setiap tutur katanya begitu santun.
Tak terasa bus way telah
Menghentikan pembicaraan kita. Aku memberikan kartu nama ku,dan dia tersenyum.
Dua minggu setelah itu aku duduk di suatu taman.
Tiba-tiba seorang wanita berkerudung yg tak asing denganku melintas.
"nabila"
Dia mencari suber suara dan aku melambaikan tangan.
Aku menghampirinya.
"sedang apa anda disini?"
"sedang menikmati senja"ujarnya sambil melihat ke arah matahari terbenam.
Aku memerhatikannya,sungguh indah ciptaan Tuhan. Ia menciptakan wanita selembut dan secantik ini.
"kau menyukai senja?"
"tentu... Senja adalah saat-saat dimana kita dapat menyaksikan sang surya terbenam."ujarnya.
Matanya sesekali melirik ku.
Sungguh aku terbang dibuatnya,aku bagai layang-layang yg bergerak mencari sang surya.
"kita sudah 2x bertemu"
"lalu?"tanyanya.
"apa kau tak ingin memberikan saya no telefon,atau alamat rumah?"
Dia langsung merogoh tasnya dan mengambil kartu namanya di dompet hijau berhiaskan pita2 kuning.
"kau menyukai warna hijau" sponta aku mengatakan seperti itu,pasalnya sudah 2x aku bertu dengannya dan pernak pernik yg ia gunakan adalah hijau.
"ya"jawabnya singkat.
"mengapa?"
"karna hijau menggambarkan suasana yang sejuk" jawabnya.
"maaf karna senja memisahkan kita,maka saya harus pergi. Hari mulai gelap.mari"tambahnya ,dan langsung pergi dengan senyumannya.
Sungguh ku kagumi dirinya. Ku harap kelak jodohku seperti dirinya.
...
Hari ini kuliah ku libur,dan sahabatku naila mengajak ku mencari pakaian untuk pesta temannya.
Aku tak mampu menolak karena dia adalah sahabatku sejak aku masih berumur 5tahun.
Naila cantik,dia tinggi,putih dan senyumannya memikat para laki-laki untuk mendekat.
Namun ia tak memakai jilbab seperti nabila.
Kini aku dan naila telah berumur 25tahun.
Umur 25 adalah umur yg matang.
Matang fikiran,perbuatan,dan matang tentang hubungan cinta.
"nai kamu mau beli yang mana?"
"gk tau nih qhan ... Aku bingung"jawabnya,manja.
Tiba-tiba mata ku terpanah oleh sesosok wanita yg melintas di depan butik,tempat naila mencari pakaian.
"loh.. Loh furqhan mau kemana?"tanya naila .
"sebentar nai"ujar ku sambil berlari terburu-buru.
Kucari wanita tadi dan aku mengejarnya.
Saat tepat dibelakangnya.
"hey"
Wanita itu terkejur.
"anda lagi"ucapnya.
"sudah 3x kita bertemu"ujar ku.
"lalu?"tanyanya,lembut.
"kau sudah makan siang?" ujar ku,mengalihkan pembicaraan.
"belum"
"emmm gimana kalau kita pergi ke resto hanum,disana makanannya dijamin enak"
"maaf saya sedang puasa"
Aku tambah kagum dengannya. Di cuaca sepanas ini dia masih saja puasa.
"oh maaf"
"ya,tidak apa2. "
"maaf saya duluan"tambahnya.
Aku lupa bahwa aku telah meninggalkan naila sendirian dibutik.
Aku berlari, ketika sampai di depan butik aku melihat naila sudah berada 20 meter dari sini.
Aku berlari lagi untuk mengejarnya.
"naila"
Ia menengok dan terlihat agak marah.
"kamu kok ninggalin aku?"
"ya kamu abisnya malah pergi"
"tadi aku ada urusan. Jadi beli yg mana bajunya?"
"yang warna pink yang ada corak kupu2nya."
"ohhh"
...
Malam itu aku menemani naila ke pesta ulangtahun temanya.
Sungguh suatu kebetulan,
Lagi2 aku bertemu dengan nabila yg ke 4x.
Aku memegang pudak naila
"nai kamu kenal wanita berbaju hijau itu gak?"
"ohhhh dia itu sepupunya temen aku yg ulangtahun ini. Kenapa?"
"eeee enggak,nanya aja. Pas itu aku pernah ketemu di bus way"
"hahhhahahahaha kamu naik bus way? Mobil kamu kemana?"
"pas itu mobil lagi perawatan."
"hahahaha kaya cewe aja,perawatan"
Saat naila tengah bersama teman2nya aku mencoba menghampi nabila.
"hey"
"anda lagi"ujarnya,kaget.
"ia masih saya lagi.
Oh ya ini sudah ke 4xnya kita bertemu tanpa sengaja"
"lalu?"
"setiap saya berkata seperti itu,pasti anda berkata lalu."protes ku padanya.
"terus maunya saya jawab apa?"tanyanya sambil mengambilkan ku minuman.
"oh ia saya itu penggemar anda loh"ujarku agak manis.
"oh ya?"
"ia,suara anda itu menyejukan jiwa,terlebih ketika anda memberikan pesan2 untuk generasi bangsa. Dan saya tak mengira orang yg saya kagumi kini berada di depan saya"ujar ku.
Tiba2 ada seorang lelaki tampan ,berpakaian rapih menghampiri kita berdua. Awalnya ku kira lelaki itu ingin mengambil minuman,pasalnya aku dan nabila berada didekat meja minuman. Namun tiba2 ia berkata pada nabila.
"nab,tadi om arman telfon aku . Dia nyuruh aku jemput kamu"
"far aku belum mau pulang. Aku mau menginap"ujarnya dengar kaku,seperti ketakutan.
Kala itu aku hanya diam,ya karna aku tak dekat dengan keduanya masa aku harus sok akrab.
"nab kamu hargain aku dikit dong,kita kan udah mau tunangan. Kamu masih saja tegang didepan ku"ujar lelaki itu. Aku kaget ,karna nabila ternyata sudah memiliki kekasih.
"farhan,semua ini bukan kemauan ku. Papa dan om gerry yg telah menjodohkan kita. Jujur aku kurang cocok dengan mu"perkataan nabila tadi membangunkan semangat ku ya tadinya layu. Ternyata nabila tak menyukai lelaki itu.
Lalu lelaki itu pergi.
Dan aku bertanya pada nabila.
"apa lelaki tadi calon tunangan mu?"
Nabila mengangguk kecil.
"mari ikut aku"ujarnya ,namun ia tak menarik tangan ku karena kami bukan mukhrim.
Nabila mengajak ku ketaman belakang.
Dan ia mulai mejelaskan semuanya.
"jujur aku tak menyukainya. Jujur aku tak dapat mencintainya. Jujur aku tak pernah senada dengannya. Aku tak dapat berkutik,aku tak mau mengecewakan ibu dan ayah ku. Mereka begitu menyayangiku hingga mereka mencarikan ku seorang kekasih yang menurut mereka baik untuk ku.
Batin ku tersiksa. Setelah mengenal farhan lebih dekat ternyata dia begitu kasar pada wanita. Aku tak mau mati konyol karnanya. Saat aku dan farhan makan ,aku menumpahkan jucie ke tangannya,sungguh aku tak sengaja. Farhan menampar ku dan memaki ku di depan orang banyak. Namun ia begitu manis kala kami berada dilingkungan keluarga ku. Memang ku anggap farhan adalah lelaki sukses,namun kesuksesanya membuat ia besar kepala. Sungguh jika aku bisa berlari,aku akan berlari. Aku ingin pergi dari kenyataan. Ku harap pada acara pertunangan ku dengan farhan,ada orang yang mengacaukannya. " jelasnya sambil sedikit meneteskan air mata. Dan aku memberikan sapu tangan ku untuk menghapus air matanya.
Ku lihat dari raut wajahnya,ia begitu tersiksa dengan calon tunangannya.
Aku mengerti kenapa tadi di sedikit kaku kala menolak tawaran farhan.
"baru kali ini aku menolak tawaran baiknya"
Ujar nabila seakan-akan ia dapat membaca fikiran ku.
"kapan kau dan farhan bertunangan."tanyaku .
"malam minggu tanggal 26 maret."jawabnya
...
26 maret 2010 menjadi suatu misi bagi ku,untuk menghancurkan pertunangan orang.
Kini tanggal 26 maret telah menyambut ku.
Saat itu aku mencoba untuk mempersiapkan skenario untuk misi ku ini di mobil.
Aku memacu kecepatan mobil ku agar datang tepat waktu.
Saat aku sampai di gedung pertunangan mereka,sungguh aku datang tepat saat farhan akan memasukan cincin ke jari manis nabila
"tunggu"ujar ku agak kencang hingga semua pandangan tertuju pada ku.
"aku adalah kekasih nabila"perkataan ku membuat semua hadirin kaget bukan main.
"nabila tak mencintai farhan."tambah ku.
Nabila tersenyum kecil pada ku.
"benar apa yang dikatakannya nabila?"tanya seorang wanita,yang ku tebak ia adalah ibu dari nabila.
Nabila nenunduk dan mengangguk.
Farhan pergi keluar gedung.
Sambil sedikit menyenggol pundak ku ,dengan sengaja.
...
"trimakasih furqhan"ujar nabila
Aku menganguk.
"namun kini kedua orang tua ku ingin bertemu dengan mu."tambah nabila.
Aku spontan kaget,pasalnya aku takut bila kedua orang tua nabila akan marah pada ku,orang yang telah mengacaukan pertunangan anaknya.
Saat sampai di depan rumah nabila,aku tegang. Jantung ku berdetak kencang.
Saat berada didalam awalnya aku tegang,namun dugaanku salah. Keluarganya malah menyambutku dengan kehangatan keluarga.
"apa benar kamu menjalin hubungan serius dengan nabila?"tanya ibu nabila.
"ia tante,saya telah berpacaran dengan anak tante. Maaf kemarin malam saya telah mengacaukan acara pertunangan nabila dengan farhan."
"kenapa harus minta maaf. Tante malah merasa bersalah ,karena tante kira nabila bahagia dengan farhan."ujar wanita itu. Nabila menaruh 4 cangkir teh hangat di atas meja.
"saya ingin meminta izin pada tante dan om untuk menjalin hubungan dengan nabila."ujar ku,dan nabila kulihat sedikit terkejut
"kalo om setuju-setuju saja,yang penting nabila bahagia" ujar om arman,ayah nabila.
Aku dan nabila saling memandang dan tersenyum.
Sorenya nabila mengajak ku ketaman,dimana ia biasa menikmati terbenamnya surya.
"apa perkataan mu yang tadi itu sungguh-sungguh?"tanya nabila.
"aku besungguh-sungguh. Jujur pertama kita beptemu aku begitu mengagumi mu. Saat itu kita bertemu disebuah bus way. Kamu mengalah demi seorang ibu yg tengah menggendong anaknya. Aku salut pada mu. Ternya setelah tahu banyak tentang mu,aku yakin bahwa kaulah orang yang mampu membuat ku diam."jelas ku.
"awal kita bertemu aku bersikap biasa,saat kedua dan ketiga kalinya kuanggap hanya kebetulan. Namun yang keempat begitu membuat jantungku tak henti-hentinya berdetak. Dan hingga saat ini aku merasa nyaman bersama mu"ujar nabila sambil menatap ku.
Aku membalas tatapan nabila.
Hingga akhirnya aku yakin untuk memilih nabila menjadi pasangan hidup ku.
"nab... Maukah kau menjadi wanita yang selalu dihati ku. Maukah engkau menjadi wanita yg Menjawab semua pertanyaan ku?"ujar ku sambil tak hentinya menatap mata nabila.
Nabila mengangguk dan tersenyum.
...
4bulan menjalin hubungan serius dengan nabila membuat ku bertambah yakin bahwa nabila lah jodoh ku.
Aku berancana untuk membuat suatu ikatan pertunangan antara aku dan nabila.
Sungguh aku akui umurku tak muda lagi. 25 bukan umur yg pantas untuk main2 soal cinta.
...
Setelah aku dan nabila bertunangan,kabar mengejutkan dari naila.
Naila menelfon ku, ia berkata bahwa ia tengah berada di atas gedung. Ia ingin mengakhiri hidupnya.
"qhan aku ingin mati,qhan aku tak tau harus bagaimana lagi. Orang yg aku cintai akan menikah dengan orang lain. "ujarnya dalam telfon. Aku diam. Dan segera pergi menuju gedung tempat dimana naila berada.
"nai jangan turun nai"ujar ku panik.
"aku cinta dia qhan.
Aku cinta..."ujar naila.
Ia memotong rambutnya dengan gunting yg ia pegang.
Sungguh aku bingung,apa yg harus ku lakukan. Dan naila mecoba memotong urat nadinya dengan pecahan kaca.
Aku segera menggotongnya ke bawah dah membawanya kerumah sakit.
Aku menelfon kedua orang tua naila yang tengah berada di paris.
Aku berkata bahwa naila kritis.
Dan kedua orang tuanya berkata tidak bisa pulang segera,karena cuaca di paris begitu tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan.
Dokter keluar dari suangan UGD
"sepertinya naila begitu kehilangan"ujar dokter tersebut.
Setelah 2 hari dirawat,naila mulai membaik.
"qhan aku akan jujur"perkataan naila membuat ku penasaran.
"aku ingin bunuh diri karna kamu akan segera menikah dengan nabila. Aku sakit qhan. Dalam lubuk hati ku yang paling dalam aku katakan aku cinta kamu. Sudah dari lama aku mengagumi mu. Kelembutan mu pada wanita ,itulah yg membuat ku cinta pada mu. Ku harap kamu tak menikah dengan nabila qhan... Aku hancur tanpa mu qhan..."jelas naila.
Memang belakangan ini setelah aku bertunangan dengan nabila,naila menjauh. Entah apa alasannya. Namun kini aku tahu apa alasannya naila begini.
Sungguh sampai kapan pun aku tak akan pernah mencintai naila seperti aku mencintai nabila.
Namun aku taku dia lebih nekat dan aku mencoba membicarakan ini semua dengan nabila.
...
"nab,aku mencintai mu"ujar ku,namun nabila hanya membalasnya dengan senyuman.
"nab,ku rasa hubungan ini akan berakhir"tutur ku. Kuliha ekspresi wajah nabila berubah
"nab,naila sakit. Dia hampir bunuh diri dan itu semua karena dia tak ingin kehilangan cnta'a.
Dan cintanya adalah aku.
Jujur aku lebih mencintai mu dari apapun,tapi naila?
Dia sahabat ku,aku takut dia kembali nekat bunuh diri."
Sungguh aku tak tega mengatakan ini pada nabila. Aku tak ingin kecewakannya,aku tak ingin membuatnya menangis.
"qhan.... Cintai naila. Bila kau jodohku,aku yakin kamu tak akan kemana2. Aku yakin suatu saat nanti kita akan bahagia. Qhan... Jangan kecewakan naila,dia butuh kamu."katanya sambil menatap mata ku. Terlihat dari raut wajahnya,dia sedih luar biasa.
"qhan... Aku cinta kamu. "ujarnya sambil memberikan cincin pertunangan kita kepada ku.
Aku tak mengerti apa maksudnya.
Nabila langsung bangun dari duduknya dan pergi.
Aku masih duduk ditaman itu sambil menatap langit.
Semua ini salah ku.
Aku yang bodoh,seharusnya kedua wanita itu tak tersakiti. Mereka tak pantas disakiti.
Aku tak mampu membendung air mata ku,dan akhirnya aku pun meneteskan air mata.
...
Sudah 1,5 tahun ini nabila menghilang,padahal sebentar lagi aku akan menikah dengan naila.
Aku coba untuk memberanikan diri memberikan kertas undangan pernikahan ku.
Aku takut orang tua nabila marah karena aku telah mengecewakan anaknya.
"eh fuqhan ada apa? Ayo masuk"tanya ibu nabila dengan ramah,dan aku sedikit lega.
"saya ingin memberika undangan ini"
"tante sudah tau ceritanya. Nabila yang mengatakan langrung pada tante. Tante sebetulnya kecewa berat sama kamu,tapi mau apain lagi"jelas tante dengan raut wajah kecewa.
Aku diam.
"nabila ingin melupakan mu"tambah tante maya.
"sebenarnya nabila yang aku cintai,bukan naila tan.
Aku belum ikhlas tan menikah dengan naila. Yang aku inginkan nabila."ujar ku
...
Saat acara ijab kabul,mata ku terpanah dengan sesosok wanita yang berada di samping ku,Ya Tuhan nabilakah itu? Atau hanya halusinasi ku saja?
Wanita itu tersenyum dan aku kenal betul senyumannya. Pikiranku mulai buyar,entah kemana malah mungkin menyebar-nyebar.
Aku berbisik ke telinga naila.
"nai,ada nabila di sampingku"
Naila segera melihat kesamping ku.
Naila mengangguk,ia meminta izin pada penghulu untuk kebelakang,dan menarik ke dekat toilet belakang.
"kau yakin akan menikahi ku?"tanya naila. Aku tersenyum
"tentu yakin ,kenapa tidak?"
"ku harap kau yakin dengan perkataan mu tadi,tapi ku lihat dari raut wajah mu,kamu masih mencintai nabila qhan..."
Tiba-tiba seorang wanita datang dan berkata
"semua takdir. "
Aku dan naila terkejut,ternyata yang berkata tersebut adalah nabila.
Nabila menghampiri kita berdua.
Bening matanya memancarkan kesedihan.
Senyum pedihnya seolah2 melukiskan air matanya.
Debar2 itu masih ada.
Detak jantung ku tegaskan semua perih yang ada di hati ku.
Sungguh aku tak dapat meninggalkan nabila.
Namun saat ku melihat naila. Naila seolah2 tidak suka dan ia merangkul ku.
"nabila,dia calon suami ku"ujarnya.
Nabila menunduk
Dan merogoh tasnya.
Nabila mengambil selembar sapu tangan yang dulu pernah ku berikan untuk menghapus air matanya.
"kau ingat saat kau berikan sapu tangan ini pada ku? Disaat itulah aku mulai menyukai mu."ujarnya.
Jantung ku semakin berdetak kencang.
Seolah2 akan berlari,sejauh mungkin.
Tangan naila menggenggam erat tangan ku.
"sungguh aku tidak bisa meninggalkan mu nabila,walau naila memegang tangan ku erat. Kini yang ku rasakan hanya perih yang seakan datang untuk menghantu ku."ucap ku dan membuat naila perlahan melepaskan tangannya dari tangan ku.
Namun tiba2 naila terjatuh dan ia dilarikan kerumah sakit.
...
Setelah 3jam naila mengalami masa kritis. dokter keluar"bagaimana keadaannya dok?"tanya ku yang begitu panik,melebihi kedua orang tauanya.
Kulihat dari raut wajah dokter yang memeriksa naila,begitu memelas.
"naila telah sadarkan diri ,ia memanggil nama furqhan dan nabila."ujar dokter.
"saya furqhan dok,dan ini nabila."ujar ku
"mari masuk."
Aku memasuki ruangan dimana naila dirawat.
Dengan terbaring lemah naila berkata.
"cinta kalian akan bersatu. Maafkan aku,aku telah menjadi benalu bagi kalian. Aku mencintai furqhan melebihi diri ku sendiri. Nab ,qhan...
Aku ingin kalian menikah dihadapanku sebelum aku pergi"ujarnya sambil menangis.
Nabila ikut menangis,dan membelai rambut naila.
"furqhan akan menjadi milik mu nai,bukan untuk ku. Cinta tak harus memiliki... Kamulah yg layak menjadi pendampingnya. Bukan aku"ucap nabila.
Namun naila memegang tangan nabila.
"aku akan pergi lebih dulu. Kamu harus segera menikah dgn furqhan"ujar naila.
Aku menelfon om arman dan penghulu.
Setelah keduanya datang.
Ijab khabul segera diucapkan di depan naila.
Kulihat ia tak henti2nya menangis.
Begitupun dengan nabila.
Orang tua naila mencoba tuk kuatkan naila.
Saat nabila mencium tangan kanan furqhan,tiba2 naila seperti sesak nafas,dan ia menghembuskan nafas terakhirnya.
Aku meneteskan air mata,sungguh kisah cinta yang akan selalu ku ingat sampai akhir hayat.
Nabila adalah cinta satu satunya dalam hidup ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar